Beneran laper atau dehidrasi?


Apa sih yang healthizen lakuin kalo lagi laper? Mayoritas orang menganggap bahwa rasa lapar menandakan bahwa perut kita membutuhkan makan. Namun, apakah rasa lapar itu sungguhan atau karena faktor lain? nah Healthizen harus tau dulu nih gimana sih proses terjadinya lapar pada tubuh kita, sehingga terhindar dari kegemukan healthizen!

Rasa lapar merupakan sinyal yang diberikan pada tubuh yang memberikan informasi untuk menambah energi dalam tubuh yang mulai berkurang. Informasi ini kemudian disimpulkan sebagai kebutuhan untuk makan. Alarm berupa rasa rapat ini dapat menjadi petunjuk kapan waktu yang tepat untuk makan, agar proses metabolisme dalam tubuh bekerja dengan baik.

Rasa lapar tidak selalu harus diatasi dengan makan. Salah satunya rasa lapar yang diakibatkan dehidrasi. Berdasarkan penuturan Alissa Rumsey, juru bicara American Academy of Nutrition and Dietetics, “Dehidrasi ringan seringkali terasa seperti lapar, yang sebenarnya tubuh hanya perlu cairan.”

Mengapa hal ini dapat terjadi? Sistem saraf berperan dalam fisiologi selera makan. Bagian pada otak, bernama Hipotalamus adalah pusat pengendali selera makan. Ia berfungsi menyampaikan sinyal dari jaringan ke sistem saraf pusat maupun sebaliknya. Namun, selain lapar, hipotalamus juga mengatur mekanisme lain seperti haus yang merupakan gejala awal dehidrasi. 

Lebih kurang 70% tubuh manusia terdiri dari air. Agar tekanan darah normal, cairan dalam tubuh diperlukan dalam sistem peredaran darah. Selain itu, kandungan air dalam tubuh berfungsi dalam mengatur laju reaksi kimia di dalam tubuh. Maka, seseorang dapat bertahan tanpa makan selama beberapa hari, tetapi tidak dapat bertahan lama tanpa air, karena tubuh akan mengalami dehidrasi.

Gejala awal dehidrasi merasa lemas dan mengantuk, sama seperti lapar, sehingga hipotalamus memberikan reaksi yang sama. Tubuh menganggap bahwa energi berkurang sehingga membutuhkan asupan makanan sebagai sumber energi baru. Seorang asisten professor nutrisi dari University of Texas Southwestern, Lona Sandon, Med. RD,  menyarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh maksimal dua liter perhari, sesuai kondisi berat badan. 

Setelah mengetahui hal ini, Healthizen perlu memilah informasi dari tubuh apabila merasakan lapar. Apakah sungguh lapar atau hanya gejala dehidrasi? nah tindakan yang tepat akan memberikan efek kesehatan yang lebih baik bagi tubuh. Tips untuk membedakan lapar karena dehidrasi adalah memperkirakan kapan terakhir kali minum dan apakah kecukupan air sudah terpenuhi. jika belum terpenuhi cobalah minum satu gelas air putih. jika rasa lapar menghilang dapat menandakan bahwa tubuh kita hanya butuh air. tetapi jika rasa lapar tidak hilang, bisa jadi karena lapar lho healthizen! jadi perhatikan juga kebutuhan asupanmu dalam sehari ya healthizen!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here