Mari Mengenal Susu (dr.Christopher Andrian, M.Gizi,Sp.Gk)

Hai healthizen! Coba siapa di antara kita yang tidak pernah mengonsumsi susu maupun produk olahan susu? Pasti pernah dong healthizen! Karena dari bayi saja sudah konsumsi ASI hehe.  Susu dan produk olahannya, hampir setiap hari hadir sebagai makanan kita. Nah pada artikel sebelumnya pernah dibahas mengenai susu tinggi protein. Kali ini beda healthizen! Susu yang akan kita bahas dalam artikel ini adalah susu yang berasal dari susu sapi dan melalui proses pengolahan.

Nah manfaat susu secara umum sebagai pelengkap nutrisi apabila healthizen tidak dapat memperolehnya dari sumber bahan makanan sehari-hari. Susu mengandung karbohidrat, protein, lemak, juga vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh lho! Manfaat kesehatan lain yaitu terhadap densitas mineral tulang.

Eitsss jangan salah healthizen! susu itu banyak jenisnya lho! lalu apa ajasih bedanya?? nahh check it out healthizen!

1. Susu jenis pasteurisasi

Pasteurisasi merupakan proses pengolahan susu sapi berupa pemanasan. Pemanasan tersebut bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri/mikro-organisme yang bersifat merugikan bagi tubuh manusia (patogen) sehingga tidak lagi membahayakan kesehatan. Suhu pemanasan berkisar 63–720C selama 15–30 detik. Hasil dari pengolahan jenis pasteurisasi dapat menghasilkan susu full cream(lemak susu minimal 3,25%), low-fat milk (lemak 1%), juga skim milk (lemak 0,1%), dengan kandungan nutrisi berbeda-beda.

2. Susu jenis UHT

UHT merupakan singkatan dari ultra high temperature. Proses UHT merupakan pengolahan susu sapi berupa pemanasan yang dikombinasi dengan proses sterilisasi pengemasan. Proses tersebut bertujuan untuk menghilangkan bakteri beserta sporanya agar tidak mampu tumbuh berkembang di dalam kemasan tertutup pada suhu normal ruang. Suhu yang digunakan dalam proses UHT yaitu 135–1500C selama beberapa detik. Hasil dari pengolahan jenis UHT dapat menghasilkan susu full cream(lemak susu minimal 3,25%), low-fat milk (lemak 1%), juga skim milk (lemak 0,1%), dengan kandungan nutrisi berbeda-beda.  Setelah melalui proses UHT, tidak terjadi perbedaan nilai nutrisi pada lemak, protein kasein, laktosa, garam mineral dibandingkan susu sapi perah, namun beberapa jenis vitamin hilang akibat pemanasan UHT seperti vitamin B1, B6, B9, B12, vitamin C.  

Secara garis besar, hasil pengolahan pasteurisasi dan UHT memiliki kualitas nutrisi yang sama.

3. Susu kental manis

Susu kental manis adalah produk susu yang berasal dari proses penguapan (evaporasi) sebagian dari susu, dengan tambahan gula. Susu kental manis ini memiliki konsistensi kental (akibat evaporasi) dan berwarna kekuningan. Menurut Codex Alimentarius WHO, komposisi minimum yang harus terdapat di dalam susu kental manis, yaitu lemak susu minimum 8%, solid susu minimum 28%, dan protein susu minimum 34%.  Secara umum, susu kental manis memiliki kandungan protein rendah dan gula tambahan yang tinggi sehingga susu kental manis sebaiknya tidak diberikan pada bayi dan anak. Bagi bayi, direkomendasikan ASI atau ASI donor, atau susu formula bayi. Bagi bayi/anak berusia lebih dari 1 tahun, selain ASI, dapat diberikan susu sapi pasteurisasi atau UHT atau susu formula pertumbuhan, yang sudah dikonsultasikan dengan dokter spesialis. Perlu diingat, bagi bayi/anak >1 tahun, pemberian susu sapi/formula hanya berfungsi sebagai pelengkap nutrisi, karena sebagian besar kebutuhan nutrisi anak berasal dari sumber bahan makanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here