Hubungan Pola Tidur dengan Diet

Hai healthizen! Hayo siapa yang sering begadang?? Wah buat healthizen yang sedang menjalankan program diet, coba deh kurangin begadangnya! Hehe.. Nah jangan hanya mengatur pola makan dan pola olahraga aja tapi juga pola tidur lho healthizen

Jadi, Menurut Alexandra Sowa, MD, instruktur kedokteran klinis di Weil Cornell Medical College, program penurunan berat badan diibaratkan sebagai bangku berkaki tiga, yang berarti ada tiga komponen penting kesuksesan penurunan berat badan, yaitu pengaturan pola makan, pola istirahat, dan olahraga lho! Jika salah satu kaki ada yang rusak atau tidak benar, tentu akan menyebabkan kerusakan atau kepincangan pada bangku tersebut kan? Begitu pula yang terjadi dalam program diet healthizen. Nah lalu bagaimana sih pola tidur yang baik agar program diet berhasil?? Nah simak dulu yuk healthizen!

1.Tidur Malam Lebih Awal

Saat tidur malam, tubuh yang sudah bekerja selama seharian penuh akan menjadi lebih rileks sehingga metabolisme tubuh berjalan normal dan tentu tubuh akan lebih mudah mencerna makanan dan tidak akan merasa lapar terus menerus. Nah saat healthizen tidur lebih awal, seperti pada kisaran jam 9-12 malam, suhu tubuh akan menurun dan akan memproduksi hormon melatonin lho. Nah hormon tersebut fungsinya untuk mengatur siklus malam dan siang atau siklus bangun dan tidur. Tidur lebih awal dan bangun lebih pagi merupakan cara terbaik dalam menjaga kesehatan dan mengatur pola makan agar tetap benar. Tidurlah sekitar jam 9 sampai jam 12 malam, karena pada jam tersebut suhu tubuh akan menurun dan akan memproduksi hormon melatonin.

2. Tidur Dengan Durasi Waktu yang Konsisten

Sebuah studi yang dilakukan di Brigham Young University menemukan bahwa wanita yang memiliki waktu tidur malam yang berkualitas, yakni 6,5–8,5 jam sehari akan memiliki risiko lebih kecil terjadinya penumpukan lemak di perut. Selain itu studi ini juga menjelaskan, seseorang yang tidur dengan waktu yang sama secara rutin juga bisa mengurangi penumpukan lemak pada perut.

3. Waktu tidur yang cukup

Kurangnya waktu tidur dapat membuat hormon kortisol meningkat. Dengan meningkatnya hormon kortisol, tubuh akan berusaha untuk menghemat energi yang akan menyebabkan rasa malas untuk bergerak dan akhirnya membuat timbunan lemak pada tubuh semakin bertambah. Selain itu, meningkatnya hormon kortisol akan memicu kadar gula dalam tubuh ikut meningkat. Dengan tidur yang cukup dan hormon kortisol yang rendah, tubuh akan memiliki energi yang banyak dan bisa membakar lemak semakin cepat.

Waktu tidur yang cukup juga dapat mengurangi produksi hormon ghrelin lho! Nah hormon ghrelin bisa membuat tubuh selalu ingin makan lebih banyak. Dengan begitu otak tidak akan memerintahkan tubuh untuk selalu makan.

4. Tidur dengan Lampu dan Gadget yang Dimatikan

Sebuah studi di tahun 2014 yang diterbitkan oleh American Journal Epidemiology menemukan bahwa wanita yang tidur di ruangan yang gelap memiliki kemungkinan 21% lebih rendah untuk gemuk. Kemudian penelitian di University of Granada, Spanyol menunjukkan bahwa paparan sinar biru dari gadget dapat mengurangi kadar melatonin. Melatonin merupakan hormon yang dapat membuat seseorang mengantuk. Nah jika rasa mengantuk berkurang tentu bisa merusak waktu tidur kan healthizen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here