Perbedaan Frustrasi, Stres, dan Depresi

Deadline menumpuk dan kurang istirahat? Duh jadi stres! Eittss.. Apakah benar stres? Kadang masyarakat awam menyebutnya dengan kata stres, depresi, dan frustrasi. Apa perbedaannya dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan berikut!

Menurut definisi dari WHO, frustrasi adalah perasaan kecewa akibat terhalang dalam pencapaian tujuan, sedangkan stres adalah reaksi tubuh terhadap tekanan mental atau beban kehidupan, dan depresi adalah kondisi perasaan sedih dan putus asa yang berat

Berdasarkan tingkatannya, frustrasi merupakan gangguan pada kejiwaan yang paling rendah loh Healthizen! Frustrasi disebabkan oleh faktor rasa kecewa karena kegagalan dalam mencapai sesuatu. Perasaan frustrasi yang tidak terselesaikan dapat meningkat menjadi stres. Oleh karena itu, seseorang yang merasa frustrasi membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya dalam menerima kegagalan dan bangkit dari keterpurukan.

Stres merupakan respon tubuh terhadap suatu tekanan atau hal yang menyebabkan perubahan atau mengancam kehidupan Healthizen. Gejala stress diantaranya yaitu sulit tidur, perubahan kebiasaan makan, mudah tersinggung, gangguan daya ingat, dan merasa tidak dapat mengatasi berbagai masalah. Stres yang berlangsung lama dan terus-menerus, akan membahayakan kesehatan mental serta fisik seseorang.

Depresi adalah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, dan tingkat konsentrasi penderita. Kondisi depresi adalah peningkatan dari stres yang berkelanjutan, sehingga penderita tidak bisa menjalani kegiatan sehari-hari. Tanda-tanda depresi jauh lebih rumit daripada gejala stres. Kemunculannya pun bisa bertahap sehingga sulit untuk benar-benar menyadari kapan depresi pertama kali menyerang. Gejala depresi yang biasanya terjadi adalah merasa sedih, merasa tidak memiliki harapan lagi, menarik diri dari lingkungan, berpikiran negatif secara terus-menerus, dan yang paling mengerikan adalah adanya pikiran untuk bunuh diri.

Sesi konseling bersama psikolog atau psikis terdapat membantu mengurangi kegelisahan yang dialami, dan memikirkan solusi yang tepat secara kejiwaan. Depresi yang tidak  tertangani dapat menurunkan kemampuan otak serta meningkatkan resiko Alzheimer dan stroke. 

Nah, dilihat dari gejala di atas mengganggu banget kan Healthizen?? Apalagi akan berujung kepada penyakit yang tidak diinginkan. Maka dari itu Healthizen harus bisa kelola pikiran dengan baik, sehingga apapun yang terjadi bisa ditangani dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here