Kupas Tuntas Gizi Lansia

Hai healthizen! Pasti healthizen sering denger lansia kan?? Tapi healthizen tau gak sih mengenai gizi lansia??? Healthizen kan calon bakal jadi lansia nantinya, jadi cek yuk penjelasannya!

Menurut Kemenkes, Lansia atau lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Lalu kenapa usia 60 tahun keatas disebut lanjut usia?? Hal itu karena komposisi tubuh, fungsi organ, dan aktivitasnya mengalami perubahan berbeda dengan usia usia dibawahnya. Komposisi tubuh yang pertama berubah adalah peningkatan kadar lemak dibadannya yang disebabkan karna hormon. Nah terutama pada laki laki yang telah lansia, perut jadi gampang buncit karena hormon testosteronnya menurun. Jadi pada lansia akan susah dalam menurunkan berat badan loh healthizen!

Lemak pada lansia yang meningkat yaitu pada lemak viseral dan lemak subkutan (bawah kulit). Nah peningkatan lemak ini juga bisa membuat otot mengecil loh. Otot yang mengecil menyebabkan Sarkopenia. Sarkopenia yaitu lemas yang membuat seseorang tidak sanggup menjalankan aktivitas, jadi itulah mengapa banyak nenek atau kakek yang kesulitan ketika berjalan dan naik turun tangga. Eitss selain itu disebabkan karena konsumsi makanan berkurang sehingga menyebabkan lemak dan otot yang berkurang jadi badannya sangat kurus. Kurangnya sinar matahari dapat memperburuk kondisi sarkopenia loh Healthizen, oleh karena itu pada lansia harus sering berjemur. Nah asupan yang baik dan sering berjemur dibawah sinar matahari dapat memperlambat proses degenerative. 

Fungsi organ yang menurun yaitu indra perasa sehingga membuat makanan kurang terasa, produksi air liur berkurang dan kering sehingga rasa makanan jadi kurang enak. Kemampuan menelan tidak baik sehingga mudah terseda. Produksi asam lambung menurun sehingga mudah terkena penyakit dari makanan yang kurang sehat dan kurang bersih, sedangkan pertahanan pertama adalah asam lambung, dan konstipasi karena pergerakan usus lambat.

Lalu bagaimana kebutuhan gizi lansia?? tentu kebutuhan kalorinya berkurang. Hal ini dikarenakan massa otot yang berkurang sehingga metabolisme menurun dan aktivitas berkurang, jadi kalori lebih rendah dibandingkan seseorang yang produktif. Namun kebutuhan tiap lansia bisa berbeda beda. Umumnya berkisar antara 1600-2000 kalori (WNPG 2004 untuk lansia). Gizi lansia berpedoman gizi seimbang, konsumsi air putih yang cukup dengan perhitungan sekitar 30 ml/kg BB, Vitamin D untuk tulang dan metabolisme zat, Vit B12 untuk mencegah anemia dan Kalsium untuk penyerapan tulang dan gigi. Eitsss, konsumsi garam
untuk lansia perlu diperhatikan ya healthizen agar terhindar dari hipertensi.

Nah berikut beberapa tips untuk lansia :

  1. Mengatur pola makan terutama konsumsi protein agar terhindar dari sarkopenia
  2. Tingkatkan aktivitas fisik
  3. Sering berjemur dibawah sinar matahari pagi
  4. Hindari makanan mentah
  5. Hindari makanan bergas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here