Olahraga untuk Ibu Hamil

Hai Healthizen, setiap ibu hamil pasti menginginkan kelancaran di setiap masa kehamilannya. Salah satu caranya adalah melakukan olahraga. Bagaimana cara olahraga yang baik untuk ibu hamil? Yuk simak penjelasannya Healthizen!

Ada beberapa perempuan yang baru melakukan olahraga pada saat hamil, dan tidak melakukan olahraga sebelum hamil. Seharusnya yang dilakukan adalah berolahraga rutin, baik sedang hamil maupun tidak. Olahraga untuk ibu hamil sebenarnya tidak ada perbedaan, hanya saja harus mengurangi intensitas atau beban. Misalnya dengan melakukan jogging ringan, atau olahraga ringan yang biasa orang lakukan ketika puasa. Jika ibu hamil melakukan olahraga yang terlalu berat, yang dikhawatirkan adalah cedera, bahkan kandungan terbentur. 

Nah,  jalan kaki hingga jogging maksimal 2 km adalah pilihan olahraga terbaik bagi ibu hamil. Jika ibu hamil ingin berenang diperbolehkan, karena ada tahanan air di kanan dan kiri. Berenang akan memperkuat otot punggung dan tungkai. Eitss tapi harus tetap hati-hati ya Healthizen, karena dikhawatirkan licin, bahkan terjatuh. Selain itu, perhatikan kondisi air, jangan suhu yang dingin, dan jangan suhu yang panas. Suhu yang tidak tepat akan mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah, sehingga kepala menjadi pusing, atau kram otot.

Jika ibu hamil ingin melakukan olahraga beban, bisa sambil duduk atau setengah jongkok. Eitss tapi olahraga ini dilakukan untuk orang yang sudah terbiasa ya Healthizen. Jika ibu hamil belum terbiasa, bisa didampingi oleh suami. Lalu ada senam yang low impact, dan stretching dengan menekuk lengan.

Dimulainya melakukan olahraga tidak dilihat dari usia kandungan, tapi hati-hati usia di bawah 5 bulan rawan untuk berolahraga karena kondisi kandungan yang masih rawan. Selain itu, semua kembali lagi kepada fisik seseorang, ada yang harus bedrest ketika hamil, bahkan ada yang gerak sedikit langsung bermasalah. Nah, sebaiknya olahraga dilakukan sebelum hamil karena akan mendukung fisik yang baik ketika hamil, demi melahirkan bibit unggul yang baik. Pemaksaan olahraga ketika hamil hanya akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan, contohnya pendarahan. 

Tidak ada batasan tertentu mengenai waktu untuk ibu hamil berolahraga. Bisa dilakukan satu jam, atau bahkan ada yang hanya kuat berolahraga selama 10 menit. Jadi Semua kembali lagi kepada masing-masing kondisi ibu hamil ya Healthizen!

Nah Healthizen, olahraga yang dilakukan harus tetap bertahap dan sesuai kemampuan ya! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here