Tips Defisit Kalori

Hai Healthizen! Ingin menurunkan berat badan berlebih dengan cara diet? Eitss jangan sembarang diet ya! Dalam diet, ada yang namanya defisit kalori loh. Apa sih defisit kalori itu? Yuk cermati penjelasannya!

Defisit kalori yaitu pengurangan kalori dari kebutuhan normal dalam proses penurunan berat badan. Diet ini membatasi makanan padat energi seperti kue-kue yang banyak mengandung karbohidrat sederhana dan lemak, serta gorengan. 

Defisit kalori dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebiasaan makan dari segi kualitas maupun kuantitas. Untuk menurunkan berat badan sebanyak ½ -1 kg/minggu, asupan energi dikurangi sebanyak 500-1000 kkal/hari dari kebutuhan normal. Nah, perhitungan kebutuhan energi normal dilakukan berdasarkan berat badan ideal ya Healthizen!

Asupan zat gizi protein 15-20%, lemak 20-25%, dan pastinya karbohidrat sedikit lebih rendah yaitu 55-65% dari kebutuhan energi total. Eitss penuhi kebutuhan vitamin dan mineral juga ya! Anjuran makan sehari tetap 3 kali sehari dan 2-3 kali makan selingan yaitu buah. Jangan lupakan air putih 8-10 gelas/hari Healthizen.

Jenis karbohidrat yang dianjurkan ketika defisit kalori adalah karbohidrat kompleks seperti nasi, jagung, ubi, kentang, sereal. Untuk protein, dianjurkan daging tidak berlemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, daging asap,susu low fat, tahu, tempe, kacang-kacangan. Eitss konsumsinya tetap sesuai kebutuhan dan pengolahannya tidak digoreng serta tidak menggunakan santan ya Healthizen! Nah, dianjurkan juga untuk konsumsi sayuran dan buah karena mengandung tinggi serat yang baik untuk metabolisme pencernaan.

Perlu diingat ya Healthizen, defisit kalori diberikan secara bertahap dengan pengurangan 500-1000 kalori, asupan sesuai pola gizi seimbang, dan meningkatkan aktivitas fisik agar penurunan berat badan lebih optimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here