Kupas Tuntas Minuman Hits Boba

Hai Healthizen! Siapa disini pecinta boba?? Itulohh yang sering di minuman minuman kekinian. Eitsss tapi kayanya dulu sebutannya bubble yaa dan sekarang jadi ganti Boba. Nah sebelum badanmu jadi lebar atau bahkan makin lebar dan daripada nebak-nebak Boba itu apa mending simak dulu yuk!

Kita bahas sejarahnya dulu ya Healthizen. Boba ini asalnya dari negara taiwan lho Healthizen. Taiwan sendiri sangat terkenal dengan teh yang berkualitas baik dan Boba adalah snack tradisional disana. Kemudian salah satu karyawan toko teh di Taiwan memiliki ide agar berbeda dengan toko teh lain yaitu dengan menuangkan Boba tersebut ke dalam es teh sebagai tambahan untuk menikmati teh. Nah minuman itu biasa disebut bubble tea atau pearl milk tea.

Nah terbuat dari apasih Boba ini?? Jadi Boba sendiri terbuat dari tepung tapioka dan tambahan palm sugar atau brown sugar yang membuat warnanya jadi coklat kehitaman. Si Boba ini sama dengan bubble ya Healthizen hanya penyebutannya aja yang berbeda-beda. Terusssss, gimana sih kandungan si Boba ini?? Begini penjelasannya Healthizen…

Menurut dr.Christopher Andrian, M.Gizi,Sp.Gk, “Bahan baku boba dari tepung tapioka, tepung tapioka itu sendiri adalah sumber karbohidrat, jadi jika dikonsumsi secara rutin dan terus menerus maka asupan karbohidrat kita akan jadi semakin tinggi. Dalam satu gelas minuman manis yang mengandung boba itu tadi mengandung kalori yang sangat tinggi loh, selain boba yang bentuknya pemanis juga mengandung karbohidrat, kemudian mengandung krimer atau susu itukan mengandung lemak juga. Jadi dalam segelas boba kalorinya sangat tinggi.” 

Pada satu gelas Boba mengandung kalori sekitar 250 kalori loh Healthizen. Nah kalo dikonsumsi berlebih selain bisa menyebabkan kegemukan, juga bisa meningkatkan resiko terkena Diabetes Mellitus (DM) loh. Dari kegemukan dan obesitas juga bisa meningkatkan resiko penyakit degeneratif lain. 

Lalu gimana sih takaran aman konsumsi boba?? Untuk konsumsi Boba sendiri tidak ada takaran pasti amannya ya Healthizen! Hal ini karena kondisi tubuh dan kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Tetapi sebaiknya dibatasi dan jangan terlalu sering ya Healthizen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here